KompasTV arrow Shot N Share arrow Citizen Journalism arrow Beban Ekonomi Makin Berat Bung...
Beban Ekonomi Makin Berat Bung...
Rabu, 19 Maret 2008, 13.00 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Hidup semakin berat. Angka pengangguran semakin meningkat, kemiskinan merajalela serta kelaparan tak bisa terhindarkan. Disadari atau tidak, semuanya itu disebabkan oleh beban ekonomi yang kian hari kian berat.

Potret tiga hal penting itu terekam jelas oleh keadaan yang miris, yang saya ambil di kawasan Blok A, Cipete, Panglima Polim, Jakarta Selatan. Kemiskinan memaksa orang untuk berbuat apa saja demi mengatasi kelaparan.

Salah satu contohnya, lelaki renta, pengangguran, pemulung ini. Mereka terpaksa menelan makanan sisa yang tertumpuk digundukan sampah. Beban ekonomi semakin berat. Alangkah ironisnya.

Saya masih beruntung punya pekerjaan, walau tidak berpenghasilan bagus-bagus amat. Saya juga masih beruntung bisa makan, bisa tidur di rumah, meskipun harus pas-pasan.

Coba lihat dua orang yang mengorbankan harga dirinya ini, hanya demi terhindar dari kelaparan, mereka rela menelan 'makanan' sampah yang berbau. Bagaimana pemerintah?

Ayolah melihat ke bawah, melihat realita kehidupan yang terhimpit oleh ketidakberdayaan ekonomi. Jangan cuma ngomong, sejahterakan rakyat dulu baru ngomong...

Video kiriman:
Rahmat Wijayatmo
Bali Matraman, Manggarai Selatan
Tebet, Jakarta Selatan
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
semua pada tutup mata
tamie (116.197.135.xxx) 2008-05-07 20:21:00

emang didunia ini ada yang miskin dan kaya,tapi di jakarta seperti yang tergambar diatas.memperlihatkan betapa rakusnya orang-orang kaya yang ada di jakarta. sampai-sampai mereka tega memberi makanan sisa yang ada di tong sampah saja pada mereka yang miskin.

kemana mata hati orang kaya jaman sekarang.
stephen (117.102.80.xxx) 2008-03-25 11:28:54

,,orang kaya semakin kaya;; inngat banyak o
rang kelaparan//
....tragis
pépé (84.74.66.xxx) 2008-03-22 16:58:00

tragis-tragis...di negara yang katanya subur dan luas,ada yang makan sampah? siapa yang salah? dia sendiri,kenapa ga pergi transmigrasi...
mohon izin
blogari (117.102.80.xxx) 2008-03-20 17:24:29

pak rahmat dan redaksi,
mohon izin mengkopi beritanya ke blog saya, sedang videonya ya saya link kemari.
sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
salam, ari
PS: seandainya kompastv ada link model metacafe dan youtube sih lebih asyik, tapi sulit juga yah karena terkait dengan hak cipta.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat harapan Anda bisa terwujud...doakan kami ya..dan terima kasih untuk mengunjungi website kami..

Redaksi
ironiss...
rizaldo (Super Administrator) 2008-03-20 04:52:40

sungguh ironis. saya melihat gambar ini, trenyuh, menangis, tak bisa berpikir. apakah ini yang dinamakan Indonesia Bangkit????
kasian banget
ari (60.34.183.xxx) 2008-03-19 18:07:40

kasian banget melihat saudara kita di tanah air.pejabat kita malah sibuk korupsi .korupsi meraja rela gimana nantinya indonesiaku kedepanya,
Terima kasih
Redaksi kompastv (117.102.80.xxx) 2008-03-19 12:54:26

Terima kasih atas kiriman gambarnya bung Rahmat. Video seperti inilah yang kami (redaksi) tunggu-tunggu, karena menjadi laporan sebenarnya apa yang terjadi di tengah masyarakat.

Salam Redaksi

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort