KompasTV arrow Hiburan arrow Film arrow Awas, Bahaya Sinetron Mengintai Anak-anak
Awas, Bahaya Sinetron Mengintai Anak-anak
Senin, 31 Maret 2008, 14.16 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Perkembangan sinema elektronik (sinetron) saat ini cukup pesat. Tema yang dibahas pun beraneka ragam. Mulai dari dunia mistis sampai pola hidup masa kini. Mudahnya akses televisi menyebabkan sinetron menjadi salah satu hiburan yang sangat digemari masyarakat.

Sebagian dari kita terkadang asyik berjam-jam duduk di depan televisi untuk menyaksikan cerita hidup yang semu. Namun siapa sangka, dibalik itu semua ada bahaya yang mengancam, terutama bagi anak-anak.

Tema sinetron tentang kehidupan anak-anak yang mendekati kebiasaan orang dewasa, menjadi bahaya utama bagi perkembangan kehidupan anak. Menurut Psikolog anak Seto Mulyadi, sinetron yang memposisikan anak sebagai orang dewasa, lambat laun akan menciptakan prilaku serta kepribadian yang bertolak belakang dengan kehidupan yang wajar.

Ketegasan orang tua sangat diperlukan untuk mengurangi dampak berbahaya dari sinetron. Orang tua harus berani mematikan televisi apabila sudah tak berpihak kepada anak. Entah apa jadinya, jika anak-anak di negeri ini selalu disajikan tayangan-tayangan yang mengumbar mimpi?

| Reporter:Mahfud | Kamerawan:Mahfud| Penulis:Mahfud | Editor Video:Uce |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
MONOTON GITU..LOH...........
LITA (125.161.49.xxx) 2008-04-15 14:44:23

BOSEN AND NYEBELIN EMANG NONTON SINETRON INDONESIA, THEMA ITU2 AJA, CINTA ANAK REMAJA YG KACANGAN, TERLALU BERANI MENAMPILKAN ADENGAN MESRA YG MENURUT GW GAK PANTES AND GAK BAEK BUAT DITONTON ANAK2 YG JUSTRU PENONTONNYA BANYAK ANAK2 DIBAWAH 17TH
MALANG BENAR NASIB ANAK CUCU KITA, MORAL BISA RUSAK, TLG MENTERI YG BERWENANG DIPERHATIIN LAGI YACH......
TVRI
Underware (202.152.243.xxx) 2008-04-14 12:58:29

mending waktu jaman suharto, dan ada departemen penerangan (walaupun sebel banget liat harmoko), kualitas sandiwara / sinetron jaman itu lebih mendidik penonton dibanding sekarang.
Sinetron sekarang, gak ada yg bermutu! Coba perhatikan alur ceritanya, ngambang, terlalu dipaksakan, akhir cerita gak jelas. Udah gitu pemain sinetron semua nya TIDAK ADA yang berkualitas. Kebanyakan cuman jual tampang smua. Cantik / ganteng tapi KOSONG.
Seharusnya diadakan lembaga sensor yang ketat. Perlu kita camkan, kebebasan yg kita anut sekarang ini di indonesia sudah keluar jalur dalam segala hal termasuk sinetron..
jadilah inspirator positif
anindita (117.102.80.xxx) 2008-04-14 12:37:28

"Gila...."
Kata itu yang selalu terucap pada mulut saya ketika menyaksikan sinetron yang penuh kedengkian, amarah, iri, dan dendam.
Saya rindu sinetron yang mengisahkan perdamaian keluarga, meski ada perselisihan namun semua itu dapat diselesaikan dengan damai dan bijaksana.
Sinetron merupakan cermin kehidupan manusia tapi juga sebagai teladan.
apalgi untuk anak-anak yang daya ingat dan menirunya masih sangat baik. Apa yang dia lihat selalu dianggap baik maka dia akan segera meniru.
"Tidak menyaksikan sinetron 1 episode akan merasa sangat kehilangan cerita", padahal sinetron ditayangkan setiap hari pada jam belajar anak (18.00-20.00) kadang terus sampai larut malam. Bagaimana dengan jiwa anak-anak kita?
Kalau memang masih ada cinta untuk anak-anak dan generasi muda, maka jadilah inspirator yang positif.
Saya setuju dengan pendapat Kak Seto yang menurutnya ketegasan orang tua sangat dibutuhkan. Mana ada orang tua yang sengaja 'mengkarbit' anaknya sehingga menjadi ...
riyadi (117.102.80.xxx) 2008-04-14 10:04:43

tarik sinetron yang tidak layak siar yang tidak memuat pesan moral
seleksi penyaiaran sinetron
riyadioke@yahoo.com (117.102.80.xxx) 2008-04-14 10:04:57

KPI harus lebih selektif dalam memberikan ijin. sinetron harus bersifat mendidik
Perketat ijin siar sinetron
Readys (117.102.80.xxx) 2008-04-14 10:05:26

pemerintah melalui KPI tentunya harus selektif dalam memberikan ijin siar sinetron. sinetron yang tidak layak siar harus disingkirkan. adanya sinetron malah tidak mendidik malah ngajari anak2 kita tidak bermoral.buktinya misalnya sinetron dengan latar sekolah tidak menggambarkan sekolah bagaimana mestinya malah dijadikan tempat cari pasangan yang sangat tidak layak dilakukan anak usia sekolah dan hal itu juga melecehkan pendidikan sekolah
Lebih parah dari pornografi ..
Vitrelle (117.102.80.xxx) 2008-04-14 10:06:41

Taukah Anda ??
1. Tokoh utama wanita selalu hamil di luar nikah.
- Apakah ini yg Anda inginkan terjadi pada anak2 gadis Anda??
2. Tokoh utama, baik wanita maupun pria, awalnya hidup susah, namun tnyata mereka adalah anak2 yg dibuang orang2 kaya, yg akhirnya mereka pun ikut menjadi kaya.
- Hal ini mengakibatkan banyaknya kaum ekonomi menengah kebawah, hidup dlm angan2 dan pengharapan semu "sapa tau saya jg anak org kaya."
- Hal ini akan menumbuhkan rasa iri hati dan kesenjangan sosial di masyarakat.
Dan masih banyak lagi !!
Jelas ini lebih parah dari pornografi !!
Mohon kesadaran kita bersama untuk menolak sinetron2 yg tidak mendidik !!
Sarannya :
-Perbanyak sinetron yg mengetengahkan nilai2 agama, rohani dan hiburan keluarga (komedi), sehingga keeratan keluarga tetap terjaga.
Semoga pikiran kita bisa terbuka ... !!
ny.vera (202.152.243.xxx) 2008-04-13 23:38:09

stasiun televisi jangan hanya memikirkan untung saja tp jg hrs memikirkan masa depan anak2 kita donk. kesian anak2 kita kalau lihat sinetron yang bertemakan kekerasan melulu
hancurkan sinetron murahan
bara (82.205.232.xxx) 2008-04-12 00:49:40

saya sangat prihatin masyarakat indonesia umunnya uudah dicekoki sinetron mimpi,, tinggal aparat pemerintah yg harus menyetop siarannya,jiwa anak2 akan bermental instan ,,, wah repot deh jadinya
Pemerintah mana peranmu....!!!
Andriew (117.102.80.xxx) 2008-04-11 15:10:24

Indonesia seperti jaman jahiliyah aja ne.
Dimana org yang punya uang, kekuasaan berbuat sesuka hati mereka. Moralitas adalah hal yang paling dicampakkan, yang penting bisnis " Perusakan Moral " lancar... Parahnya lagi, Pemerintah yang punya wewenang penuh dalam membuat regulasi juga moralnya dibeli oleh "Pengusaha yang bermental syaitan"...apalah jadinya negara indonesia ini nantinya...Undang2 pornografi, anti kekerasan dlm penayangan film, tayangan yang mendidik manusia untuk menjadi "manusia yang suka memakan manusia" tidak pernah menjadi aturan yang mesti dijadikan UU yang jelas. Semua dibuat samar agar kekebasan dalam berekspresi tidak terbelenggu, katanya...Bukankah Agama telah mengajarkan bahwa hidup akan indah jika kita hidup bermoral..Musibah yang kita lihat, dengar dan rasakan selama ini adalah "AKIBAT NYATA DARI PERILAKU, TINDAKAN DAN PERBUATAN MANUSIA YANG TIDAK BERMORAL AKIBAT TONTONAN YANG MENJADI TUNTUNAN YANG TIDAK BERMORAL"...Naudzubilla...
HANCURKAN demi keselamatan ban
BIMA GENI (117.102.80.xxx) 2008-04-10 23:32:49

Apa peran pengawas perfilman,seharusnya
dinilai sebelum ditayangkan di TV.
Berniat menghancurkan generasi muda dengan kamuflase hiburan.
Indonesia sudah tidak ada isinya hanya sekumpulan orang dungu yang dicekok materi dan fantasi oleh kapitalis berbaju seni dan budaya, tunggu kehancuran... Indonesia hanya papan nama yang lapuk siap dihancurkan....
Tidak ada satu jiwapun yang bisa sebebas-bebasnya berekspresi tanpa moral dan etika makhluk sosial apalagi agama.
gua stuju
bar (76.227.62.xxx) 2008-04-10 05:05:30

gua stuju ama kak seto perfilm an jaman sekrang di indonsia dah nggak pandang bulu itu tuk orang dewasa atau anak dewasa cari duit boleh tapi pikir masa depan generasi indonesia yang akan datang
setuju
dwikoen (117.102.80.xxx) 2008-04-09 17:57:44

sudah lama saya sebetulnya menyayangkan acara2 tv di tanah air yang sangat tidak mendidik, memang tugas orang tua untuk mengawasi anak2nya, tapi alangkah baiknya kalau pemerintah juga mengawasi para stasiun tv yang memproduksi acara2 yg sangat tidak menguntungkan......
turut prihatin
nuke (117.102.80.xxx) 2008-04-08 15:22:44

MANA masa kel marlia hadi, si unyil, losmen
untuk pembuat atau PH sinetron sinemart kah, multivion kah tolong dong...buat sinetron seperti diatas yang sifatnya sangat mendidik, bukan seperti yang kalian produksi jahat, cengeng dan manja.
Sinetron
Victor. F.M (118.136.47.xxx) 2008-04-08 10:10:24

Saya usulkan kepada menteri Informasi dan telekom. untuk menindak atau menyensor setiap tayangan sinetron murahan yang hanya memikirkan keuntungan Bisnis belaka, bagaimana dengan alih generasi beberapa puluh tahun kedepan apakah kita menginginkan anak-anak yang cacat secara pertumbuhan kejiwaanya sehingga Indonesia tetap tidak dapat menjadi bangsa yang maju dan sejahtera.

Salam
jangan tanggung-tanggung
pembela anak (219.83.86.xxx) 2008-04-07 13:04:25

kalo mau membereskan masalah yang berhubungan dengan sinetron yang kagak bener ini gak bisa cuma peran ortu tapi terlebih lagi adalah peran sutradara, produser, pimpinan TV dan pemerintah. Semua kudu sepakat memberantas sinetron yang merusak ahlah anak-anak. Nilai-nilai yang seharusnya dipertunjukkan adalah nilai-nilai yang bisa memberikan inspirasi kepada semua anak untuk berbuat baik dan bukannya berbuat jahat. Lha kecil-kecil sudah diajari dendam, melakukan kejahatan yang orang dewasa normal aja pasti akan takut melakukannya belum lagi itu tokoh orang tua terutama Ibu yang jahat. Padahal surga itu katanya ada di telapak kaki ibu tapi kalau ibunya jahat begitu bahkan ke anak sendiri mana anak bisa percaya bahwa surga ada di telapak kaki ibu? Apalagi pakai teriak-teriak seakan-akan semua orang Indoenesia itu budeg semua:-(. Saya sendiri kalau dah lihat sinetron yang seperti itu saya langsung matiin TV nya tapi tetep aja kedengeran itu teriakannya dari TV tetangga... soalnya biar volum...
Sinetron sampah kontes Idol-id
salma (117.102.80.xxx) 2008-04-07 11:02:29

sangat dilematis saat jumlah stasiun tv swasta berlomba menaikan jumlah ratting, ternyata yg jadi top rank-nya malah sinetron sampah yg melulu adegan mbentak-mbentak orang tua, anak sekolah yang premature kelakuannya jadi orang dewasa, dan efeknya ke anak-anak kita jadi mencontoh hal tsb. apalagi reality show sim salabim, instant yg mbikin anak-anak cepat jadi orang sukses
kaya idol-idolan mama-mamaan padahal kesuksean mereka bobotnya sangat subyektif (Jumlah kiriman sms terbanyak dari pemirsa)bahkan para jurinya sekalipun nda punya kompetensi cuma tenar lebih dulu dari pesertanya yg belum tentu tenar . tapi ko' kalo lomba cerdas cermat kaya waktu 80'an ngga ada ?. Kasian khan kawan2x yg juara olimpiade fisika dinegaranya ngga diperhatiin akhirnya negara tetangga kaya singapura malaysia tertarik sama bakat mereka trus nawarkan jadi warga negara disana. Habislah calon bibit unggul sejati generasi penerus kita . Ayo Para pengelola stasiun TV jangan cuma ratting yg dipikirin, idealislah ...
tolib
ha2rizq (117.102.80.xxx) 2008-04-05 10:59:53

kalo filmnya Islami dengan artian film itu menunjukkan kedewasaan muslim yang sejati mah no problem tapi kalo filmnya merusak anak mah sebaiknya di hentikan aja. wong anak masih kecil kok akhlaknya sudah Ga` karuan apalagi Gedenya. Nasib suatu Negara itu tergantung Pemudanya.
Perlu spesialisasi station TV
Erik (118.137.30.xxx) 2008-04-05 00:32:48

Di zaman Orba, stasion TV sangat terbatas, isinya membosankan karena seragam, dimana-mana acara melihat orang pakai seragam, ada safari, tentara/polisi, Koppri, Dharma Wanita dll. Zaman Reformasi stasion TV banyak, tapi seragam juga, semua sinetron, semua mistis, semua dangdut, semua ajang pencari bakat nyanyi, semua quiz.Apalagi sinetron membuat stress, karena isinya orang berteriak-teriak, bertengkar, sepertinya orang Indonesia ini orang yang gak cinta damai. Sialnya ibu2 suka acara ini, sehingga dapat mengurangi keharmonisan hubungan dengan suami. Belum lagi, anak2 pun digambarkan melawan orangtua dan ini dianggap hero.Sebaiknya ada spesialisasi progam TV, seperti di luar negri. TV khusus anak2, khusus hukum, khusus olah raga, dst.
Sinetron sangat tidak manusia.
Nona (117.102.80.xxx) 2008-04-04 15:48:38

Memang sinetron anak-anak sekaramg tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak. karena ceritanya sangat tidak masuk akal penuh dengan adegan kekerasan fisik maupun psikis.Bayangkan anak SD maupun SMP digambarkan dapat melakukan
mencelakakan terhadap teman/saudara nya. Lebih seram lagi dapat merencanakan upaya pembunuhan terhadap orang dewasa atau orang yang tak disukainya.
grand design siapa?
abdullah (117.102.80.xxx) 2008-03-31 18:34:00

saya setuju dengan perlunya ketegasan orang tua untuk memilih tayangan yang bermanfaat bagi anak2 untuk menghilangkan dampak negatif sinetron. namun pertanyaannya kemudian adalah siapa dalang di balik banyaknya tayangan "sinetron sampah"? adakah tujuan untuk menghancurkan moral anak2 bangsa? kita harus waspada!
do something!!!
febby (117.102.80.xxx) 2008-03-31 17:01:52

saya setuju sekali dgn hal ini krn memang sudah terbukti dgn banyaknya kasus kekerasan yg dilakukan oleh sesama anak-anak, bahkan tak sedikit pula kasus perkosaan yg dilakukan anak di bawah umur thd anak-anak yg lebih kecil dari mereka. sekarang yg harus dilakukan adalah dgn menghentikan tayangan sinetron yg dianggap merusak secara moral. tapi saya heran, apa sih kerja badan sensor di negeri tercinta ini, yg ada makin lama makin banyak tayangan "sampah" di tv-tv swasta... sepertinya negeri ini memang tinggal menunggu saat-saat kehancuran saja...
tommy (117.102.80.xxx) 2008-03-31 17:03:18

revolusi acara tv di indonesia!!!

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort