KompasTV arrow Feature arrow Art & Culture arrow Sri Sultan HB X Mantu
Sri Sultan HB X Mantu
Minggu, 04 Mei 2008, 12.49 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Mulai tanggal 8 Mei hingga 10 Mei 2008, Sri Sultan HB X, akan memiliki kesibukan yang cukup padat. Pada hari itu, Ngerso Dalem, demikian beliau dipanggil akan mantu putri ketiganya, Gusti Raden ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi (30).

Gusti Dewi, demikian ia biasa dipanggil akan dinikahi Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Purbodiningrat, yang memiliki nama asli Yun Prasetyo, pada 9 Mei 2008. Beberapa hari yang lalu, Kompas TV telah menerima undangan pernikah dua sejoli ini.

Undang cukup mewah, dengan desain khas dan lambang Kasultanan Yogyakarta. Undangan dibuat dalam tiga bahasa, Jawa halus, Indonesia dan Inggris. Dalam boks undangan juga berisi pin, lambang Kasultanan Yogyakarta, yang harus dipakai pada saat menghadiri prosesi pernikahan, selain itu juga ada tanda parkir, dan konsumsi untuk sopir.

Prosesi perkawinan Gusti Dewi, dimulai 8 Mei dan diakhiri 10 Mei 2008. Puncak akad nikah digelar di Masjid Keraton Panepen yang selalu menjadi tempat pernikahan putra-putri Keraton. Ritual pertama rencananya dilangsungkan 8 Mei nanti, dimulai dengan nyantri putri di Keraton Kilen dan nyantri putra di Kasatriyan pagi hari.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pasang tarub di Tratag Bangsal Proboyekso, siraman putri di Keputren, siraman putra di Kasatriyan, tantingan di Bangsal Proboyekso, dan midodareni di Kasatriyan.

Hajatan besar ini rencananya akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah menteri, dan duta besar negara sahabat.

| Reporter/Kamerawan/Penulis:rul/bnj | Editor Video:Uce |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Pengin sih jadi saksi sejarah
Wendie Razif Soetikno, B.Sc., (117.102.80.xxx) 2008-05-04 14:53:07

Waktu pernikahan agung Ria Murdani di Balai Kartini, saya jadi saksi sejarah perkawinan anak mantan pejabat (yang biasanya tak diacuhkan lagi) yang dihadiri 3 kepala negara ASEAN dan 10 sultan dari Malaysia. Tak tertandingi sampai sekarang.
Lalu saya kepingin jadi saksi sejarah pernikahan agung adat keraton Ngayojakarta Hadiningrat. Kan belum tentu bisa lihat lagi. Supaya bisa cerita sama murid-murid saya. Apa mungkin ya? Mimpi kali ye !

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort