KompasTV arrow Feature arrow Art & Culture arrow Perkawinan Adat Dayak Ngaju di Ibukota
Perkawinan Adat Dayak Ngaju di Ibukota
Senin, 14 April 2008, 17.00 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Sungguh luar biasa. Di tengah gemerlap kehidupan metropolitan ibukota Jakarta, masih ada sekelumit pelestari adat budaya bangsa. Pasangan Aufie Avianto Irawan dan Irma Ariana Narang, salah satu contohnya. Di tengah gempuran budaya barat, dua insan ini, Kamis 10 April kemarin, melangsungkan pernikahan dengan adat Dayak Ngaju, budaya asli suku Dayak, Kalimantan Tengah.

Bertempat di rumah kediaman mempelai wanita di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, prosesi tradisi pernikahan Dayak Ngaju dilangsungkan dengan berbagai tahap.

Perkawinan adat ini disebut Penganten Mandai. Dalam iring-iringan, seorang ibu yang dituakan dalam keluarga calon mempelai pria, membawa bokor berisi barang hantaran. Sedangkan pihak keluarga calon mempelai wanita menyambutnya di balik pagar.

Sebelum memasuki kediaman mempelai wanita. Masing-masing dari keluarga mempelai diwakilkan oleh tukang sambut yang menjelaskan maksud dan tujuannya datang dengan mengunakan bahasa Dayak Ngaju.

Namun sebelum diperbolehkan masuk, rombongan mempelai pria harus melawan penjaga untuk bisa menyingkirkan rintangan yang ada di pintu gerbang.

Di depan pintu rumah, calon mempelai pria harus menginjak telur dan menabur beras dengan uang logam. Yang maksud dan tujuannya supaya perjalanan mereka dalam berumah tangga aman, sejahtera dan sentosa.

Setelah duduk di dalam ruangan, terjadi dialog diantara kedua pihak. Masing-masing diwakilkan (Haluang Hapelek). Diatas tikar (amak badere), disuguhkan minuman anggur yang dimaksudkan supaya pembicaraan berjalan lancar dan keakraban terjalin di kedua belah pihak.

Sebelum dipertemukan dengan calon mempelai wanita, calon mempelai pria terlebih dulu menyerahkan barang jalan adat yang terdiri dari palaku (mas kawin), saput pakaian, sinjang entang, tutup uwan, balau singah pelek, lamiang turus pelek, buit lapik ruji dan panginan jandau.

Sesuai dengan adat yang berlaku, sebelum kedua mempelai sah secara adat, mereka harus menandatangani surat perjanjian nikah, yang disaksikan oleh orang tua kedua belah pihak. Dan bagi para hadirin yang menerima duit turus, dinyatakan telah menyaksikan perkawinan mereka berdua.

Sesuai dengan adat yang berlaku, sebelum kedua mempelai sah secara adat. Mereka harus menandatangani surat perjanjian nikah, yang disaksikan oleh orang tua kedua belah pihak. Dan bagi para hadirin yang menerima duit turus, dinyatakan telah menyaksikan perkawinan mereka berdua.

Sebelum acara berakhir, masing-masing keluarga memberikan doa restu kepada pengantin (tampung rawar). Dilanjutkan dengan hatata undus, saling meminyaki antara dua keluarga ini sebagai tanda sukacita, dengan menyatukan dua keluarga besar.

Sebuah hajatan yang bernilai tinggi. Terlebih lagi bagi Irma dan Avianto Irawan, dua anak muda yang masih menjaga, melestarikan dan membudidayakan adat istiadat serta kebudayaan asli bangsa Indonesia. Buat mempelai, selamat menempuh hidup baru...

| Reporter:Ade | Kamerawan:Dian | Penulis:Novitasari | Editor Video:Yuan |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Happy Wedding
Eddy Wijaya (125.160.232.xxx) 2008-05-05 11:52:55

Kami atas nama keluarga besar dan seluruh staff Effendi Group, mengucapkan selamat menempuh hidup baru.
Hebat..
Leo (125.163.23.xxx) 2008-05-05 01:23:53

Wah sampe masuk koran..
Btw, ga ngerti dgn adegan melawan penjaga.. beneran berantem ya??

Anyway.. Selamat ya.. langgeng terus ya, sampai ajal yang memisahkan..
Selamat Menempuh Hidup Baru!
Keluarga Besar Hotel Sampaga (61.94.181.xxx) 2008-04-15 18:55:15

Kami segenap Manajemen dan Staff Hotel Sampaga Banjarmain mengucapkan selamat untuk Irma dan Augie. Semoga berbahagia hingga akhir hayat.
Okky Rahmanto
Keluarga Besar Sampaga Hotel (117.102.80.xxx) 2008-04-15 20:48:24

Selamat Menempuh Hidup Baru Untuk Irma dan Augie, Semoga Bahagia Hingga Akhir Hayat.
Keluarga Besar Sampaga Hotel Banjarmasin.
Salut
Diedeb (62.45.215.xxx) 2008-04-14 20:48:03

Sebagai anak bangsa dari berbagai daerah itu lebih baik,hidupkan adat istiadat daerah jangan sampai mati dgn kemoderenan,,selamat
buat kedua mempelai semoga bahagia sepanjang masa,,

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort