KompasTV arrow Feature arrow Art & Culture arrow Andong, Becak Rukun dengan Trans Jogja
Andong, Becak Rukun dengan Trans Jogja
Senin, 05 Mei 2008, 19.41 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Bicara soal pembenahan alat transportasi, kota Jogyakarta boleh jadi acuan bagi kota lainnya. Ya, meski mencontek dari ibukota Jakarta, bekas ibukota negara ini malah tampil lebih baik. Kini, sudah ada bus Trans Jogya alias busway yang melayani sejumlah rute di kota sang Sultan ini. Tak seperti di Jakarta, keberadaan busway ini malah semakin melengkapi kehidupan kota budaya ini.

Warga kota Jogya sendiri menyambut keberadaan busway ini. Mereka senang, karena kini ada alternatif angkutan umum yang lebih layak. Dulunya memang Jogya bisa dibilang minim angkutan umum. Bus kota atau metromini saja jumlahnya tak memadai dan bahkan sudah rongsokan, tak laik pakai.

Namun adanya busway, tidak membuat tergusurnya angkutan tradisional di Jogya. Andong dan becak tetap leluasa bersliweran di jalan kota, termasuk Jalan Malioboro.Tak seperti nasib delman di Jakarta yang dilarang, Andong tetap dibolehkan karena menjadi simbol tradisi pemakaian kereta kencana bagi para Sultan Kraton dan kaum priyayi Jogyakarta di masa lalu.

Sementara becak dianggap sebagai kendaraan warga kebanyakan. Kedua jenis kendaraan ini bahkan dinilai bisa mengimbangi keberadaan alat transportasi lainnya, sehingga polusi di kota pelajar ini bisa terkurangi.

| Reporter:Akhid | Kamerawan:Akhid | Penulis:Akhid | Editor Video:Endy |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort