Tren Film Horor, Hanya Jual Adegan" Ngagetin"
Senin, 25 Agustus 2008, 02.31 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Beberapa tahun belakangan, jika melihat poster di bioskop-bioskop film horor selalu menghiasi papan reklame. Berbagai tema hantu, mencoba memikat penonton untuk menyaksikan film horor buatan Indonesia ini. Mulai dari Kuntilanak, Pocong, Suster Ngesot, Jelangkung dan berbagai fenomena hantu diangkat sebagai tema cerita.

Saking merebaknya film horor, kadang isi cerita film-film yang beredar cenderung tidak masuk akal sehingga hanya mengutamakan ‘horor'-nya saja, tanpa mempedulikan isi ceritanya. Bahkan sampai pernah diciptakan suatu tokoh horor yang dijadikan beberapa 'tokoh utama' dalam beberapa film.

Sadar atau tidak, bangsa kita sangat suka dengan suguhan film horor. Meski manfaat dari film ini hanya untuk hiburan semata tanpa melihat sisi pendidikan. Belakangan Trend film horor mulai "redup". Kini trend baru film Indonesia mulai muncul. Sayangnya trend berbau komedi seks mulai disuguhkan para produsen film Indonesia. Beberapa judul film baru komedi yang berkonotasi diantaranya, Basah, Kawin Kontrak, XL, Anda Puas Saya Loyo dan lain-lain.

Menjual mistis dan seks memang sangat mudah untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Tren ini mengulangi kesuksesan film di tahun 80-an yang menjual film berbau seks. Dimana trens film sekslah yang membuat perfilman Indonesia redup. Akankah mutu film Indonesia akan semakin membaik dan selalu menjadi tuan rumah di negeri sendiri?

Tim Kompas TV
Video Editor : Endy
VO : Maya

Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
bukan hanya komedi seks & horo
CaK HoeDT (202.46.129.xxx) 2008-08-25 18:07:40

saya pikir tidak sebegitu mudahnya mencari ide kreatif untuk film di indonesia sehingga banyak yang mengangkat tema seks ataupun horor. karena memang saya pikir ide ide untuk film romantis sudah banyak diangkat dalam FTV dan lain sebagainya..namun mungkin banyak penulis2 cerdas yang belum memperlihatkan tarignya tentang kehebatan ceritanya,ataupun perusahaan perfilman yang kurang mampu hunting kisah2 lain yang pada saat ini sudah banyak beredar misalkan pada cerpen2 yang saya pikir sangat berpotensi.coba baca majalah2 lama yang banyak memuat cerpen disana banyak idecerita yang mungkin bisa diangkat.
ketika kecil saya sangat suka cerita2 pendek pada suatu majalah anak2..semoga dengan ini ide kreatif para produsen film tidak terkungkung pada hal-hal itu saja,dan semoga ide-ide liar yang masih menunggu di luar bisa segera dimanfaatkan...tapi jangan jiplak yah

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort