| Jalan Raya Pos, Pelajaran Sejarah Yang Terlupakan |
| Selasa, 19 Agustus 2008, 11.00 WIB | |||||||
|
Get the Flash Player to see this player.
Napak Tilas Jalan Raya Daendels dimulai secara resmi dari kantor Kompas Gramedia, Palmerah Selatan Jakarta. Sebelumnya, tim Kompas-Polygon sudah memulai dari titik nol jalan Daendels di Anyer, Banten.Perjalanan ini dilakukan untuk melihat perubahan sosial ekonomi sepanjang jalan sejak 200 tahun lalu. Jalan raya Daendels sendiri kini sudah mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu. Pulau sendiri juga mengalami perubahan infrastruktur, dimana urat nadi jalan yang tadinya dipegang Jalan Raya Daendels, beralih ke jalanan modern yang dikenal sebagai lintas Pantai Utara (Pantura) Jawa. Jalan yang dibangun Gubernur Jendral Hindia Belanda Hermann Willem Daendels pada tahun 1808 sampai 1811 ini adalah proyek besar pada masanya. Daendels berusaha membuat urat nadi mobilitas ekonomi dan militer dari Anyer sampai ke Panarukan. Sisa jejak jalanan ini masih bisa dilihat di jalan Cadas Pangeran, Sumedang Jawa Barat. Di tempat ini konon, 5 ribu warga pribumi tewas akibat sulitnya medan pembuatan jalan. Di sebuah titik dibangun patung Daendels berjabat tangan dengan Pangeran Kornel Wirakusumah. Menariknya, saat berjabat tangan, Pangeran Kornel berjabat tangan dengan tangan kiri dan tangan kanannya menghunuskan keris. Ini dilakukan sebagai protes atas kekejaman yang dilakukan Daendels. Namun sebuah pelajaran sejarah juga bisa dilihat, bahwa pulau Jawa sedemikian kayanya hingga bangsa asing pun berpikiran panjang untuk membuat infrastruktur guna kemudahan mengangkuti kekayaannya. Sayang, bangsa kita sendiri lupa akan pentingnya infrastruktur, hingga banyak jalan dan sarana transportasi rusak dan merana. | Reporter:Budhi | Kamerawan:Udhi | Penulis:Santos | Editor Video:Feri |Vo: Maya
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||||
| VIDEO LAIN |
|---|
| VIDEO TERKAIT |
|---|


Dua PSK Tengah Hamil Tua Terjaring Razia
PERDA NO.8 TAHUN 2008 MUBAJIR - Perda No 8 tahun 2007 dibuat sebagai landasan hu...
Diabetes: Penemuan Terbaru
dana - penemuan terbaru tata surya
Iklan Politik PKS yang Kontroversi
Kok Pada Ribut - Kenapa Parpol-Parpol pada ribut-ribut mempermasalahkan iklan PK...
Guru Bantu se-DKI Tuntut Kesra dan SK CP...
SPd. SH - Sylvia walikota Jakpus itu manusia berhati batu tak pantas jadi pimpin...
Sepeda Tanpa Rantai Untuk Para Pegawai K...
Bike to work... - Andai saja di jakarta banyak yang pakai sepeda untuk kerja... ...
Krisis Ekonomi Global, SMI Demo Istana
judul berita, dan laporannya k - judulnya krisis ekonomi global... tapi kok masa...
Bocah Bogor Ciptakan Pendeteksi Banjir J...
Tetangga - Wah hebat tuh. bravo deh 'tuk Jiwo Katili
Tinju Beladiri Ala Marinir
Terlalu simple - Terlalu biasa, kurang istimewa kalau dibandingkan dengan kekaya...
Krisis Ekonomi Global, SMI Demo Istana
sepakat - bahwa kegagalan dari negara saat ini dilatar belakangi oleh sistem eko...
Krisis Ekonomi Global, SMI Demo Istana
salut ama smi yang terus berjuang untuk kehidupan rakyat.teruslah berjuang