Dalam acara ulangtahun pertama Baitul Muslimin, sayap organisasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-P), Sekjen PDI-P, Pramono Anung dan Taufik Kiemas, Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P, menyatakan akan menyerahkan kursi Wakil Presiden kepada orang di luar partai berlambang banteng moncong putih ini.
Yang menjadi bidikan PDI-P adalah kursi RI 1 alias Presiden. Meskipun banyak kader baru dengan darah segar yang nantinya bisa menjadi pemimpin bangsa, tetapi pilihan untuk calon presiden tetap Megawati.
Menurut keterangan dari Pramono hingga kini sudah ada 25 nama yang masuk dalam seleksi untuk mendapingi Megawati maju dalam Pilpres 2009 mendatang. Selanjutnya PDIP akan melakukan Rakernas di Makassar untuk meminta pendapat dari masing-masing perwakilan daerah.
sebagai tokoh yg tdk pernah neko-neko, bersih dan berwawasan kebangsaan NKRI pengawal PANCASILA&UUD45 maju trs mega!!! cari pendampingmu yg keras&tegas supaya stabilitas dan hukum ditegakkan dinegara ini,spt antasari,akbar tanjung,ryamizard.
jabatan adalah amanah
aden (222.124.250.xxx) 2008-05-14 16:08:46
masalah negara ini sangat rumit, warga negarapun semakin sakit.Sebagai pembuktian cerminan bu mega dalam memimpin negara ini, cobalah tawarkan konsep kepada pemerintah sekarang yang komprehensif untuk penyelesaian kemelut saat ini.
designer adil yang berkemakmur
suke (117.102.80.xxx) 2008-05-14 20:55:12
saat ini, siapapun presidennya dan dari manapun datangnya yang terpenting adalah mampu sebagai meredesign indonesia tercinta
dari prihatin menjadi adil yang berkemakmuran. Bukankah kita telah melihat mega selama menjagi presiden pengganti?
mega oh mega
karno (117.102.80.xxx) 2008-05-13 17:30:17
mega oh mega...
sadarlah... ambisimu sbg presiden
mampukah kau
STRONG Leader !
ag.siloy (117.102.80.xxx) 2008-05-12 14:33:39
Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang kuat, dalam arti pemimpin yang mempunyai kapasitas untuk menyatukan semua golongan yang ada, agar fokus penyelenggaraan negara dapat dilakukan secara maksimal.
Keadaan saat ini sangat bertolak belakang, dimana setiap hari terjadi "adu otot" dan "adu kuat" antar lembaga negara.
Jadi untuk PDIP, bukan siapa dan dari golongan mana, tapi yang penting kapabilitas dan mentalitas yang dibutuhkan saat ini.
Isu terhangat saat ini adalah masalah korupsi, saya harap PDIP berani meniupkan isu "Hukuman" mati bagi koruptor untuk kampanye mendatang, insyah allah PDIP akan didukung rakyat.
Pemimpin rakyat
Kristal R Sembiring (117.102.80.xxx) 2008-05-10 19:13:35
Saya sangat setuju dengan sikap ibu mega yang selama kepemimpinannya banyak perubahan terutama media dan informasi yang bebas,namun karena kita baru terlepas dari sistem kemiliteran dan dihantui dengan ancaman anggota PKI maka perobahan secara global terjadi dinegara terutama mental kita
namun dengan sikap keibuan dan kepercayaan ibu mega dan ketegasan mengambil keputusan sehingga kita tidak menjadi negara yang terpecah pecah seperti unisoviet.Jadi saran saya supaya ibu mega memilih pendamping yang bergaris keras atau militer seperti pak Wiranto atau seorang cendikiawan seperti pak Hasym Muzadi Ketua NU agar sikap dan keputusan yang diambil sesuai dengan kebanyakan dari watak masyarakat Indonesia.Saya tetap mendukup Ibu mega menjadi RI1 dan jangan pilih pendamping dari golongan komentator yang hanya mengkritik tapi tak ada berbuat kepada rakyat.
Akusi
anak bandung di KUWAIT (62.150.179.xxx) 2008-05-09 22:31:35
Akusi selama di Kuwait; selalu GOLPUT.Takut kena Dosanya kalo nyoblos.
Abisnya kebanyakan setelah jadi Pejabat mereka KORUPSI...
Siapa pun..
anak bandung di KUWAIT (62.150.179.xxx) 2008-05-09 22:27:43
Siapa pun dan dari partai mana pun..Yang jadi Presiden dan WaPRES.Persanku cuma 2;
1.Follow up dan Lanjutkan semua program2 yg BAGUS yang sudah ada dari SBY terutama dg program KPK nya (perlu diacungi Jempol 2 )setidaknya biar para pejabat lebih hati2 untuk korupsi.Dan kalopun mau KORUPSI sedikit saja TAKUT KETAHUAN KPK .
2. Laksanakan semua program2 sewaktu Kampanye, jangan ngumbar Janji sama rakyat kecil..Kalian kan duduk di Kursi PRES dan CAPRES suaranya dari Rakyat Indonesia, bukan dari Amerika.
PDIP DAN CAPRES
Laziale (117.102.80.xxx) 2008-05-09 17:34:59
Kepada Yth
Ibu Megawati SP
Dengan hormat,
Saya sngat senang mendengar ibu mega ingin menjadi capres pada tahun 2009 karena saya adalah seorang PDIP Sejati n sorang penggemar berat Soekarno. Tetapi melihat keadaan indonesia yang sngat membutuhkan reformis dan orang baru di dunia politik makanya saya sarankan ibu untuk tidak mencalonkan diri lagi menjadi capres. saya tahu ibu adalah seorang negarawan yang rela berkorban untuk negara ini, untuk itu sebaiknya ibu mencari seseorng yang lebih bisa diterima masyarakat untuk menjadi calon dari PDIP. saya sarankan ibu mencalonkan Sri sultan hamengkubuwono X and Puan Maharani untuk menjadi capres n cawapres dari PDIP. mengapa saya memilih sri sultan karena kepemimpinannya yang sudah terbukti dan tentunya dia adalah salah satu dari sedikit orang jujur yang tersisa di negara ini. sedangkan Puan Maharani karena PDIP adalah identik dengan keluarga soekarno dan
utk memenuhi kuota perempuan dalam kepempinan nasional serta utk mewakili semangat kau...
Ibu, sudahkan melihat ke bawah
Rakyat biasa (117.102.80.xxx) 2008-05-09 16:48:40
Kepada Yth.
Ibu Megawati SP
Ketum DPP PDI-P
Dengan hormat,
Ibu Mega, jika ingin mencalonkan diri lagi, apakah sudah benar-benar melihat kebawah? sudah tidak jamannya panggung politik dimainkan dengan sandiwara politik...ibu harus benar-benar turun ke bawah..lupakan bahwa ibu seorang putri BK...serap kesusahan rakyat dengan terjun langsung ke mereka tanpa pengawalan, tanpa bodyguard, tanpa protokoler...ikutilah nelayan melaut mencari ikan...rasakan susahnya mereka...atau hiduplah selama seminggu saja dengan para petani di kampung sana...rasakan kesulitan hidup mereka...jangan cuma jadi sosialis manja saja...karena ibu ini anak raja sejak dari dulu hidup di istana belaka...juga lupakan RI 1 1/2 karena dialah yang menjadi penghalang ibu sesungguhnya...
Nyerahkan kursi CAWAPRES....??
PEDULI RAKYAT (202.46.129.xxx) 2008-05-09 14:40:18
Eh ..gak kebalik,tuh...??? Mega mau jadi Presiden lagi...??? Kalau Pemimpin terbaik, yang kaya Mega...bagaimana kader lainnya....????? Mau dikemanakan lagi Bangsa Indonesia ini...??? Udah gak pantes jadi RI-1 deh...amit2 deh...Jadi Presiden koq arogan buangeeet sih. Sudah gak mampu jadi RI-1 ya sudah lah....Lihat saja Kader2nya ...terutama yg di DPR ...sangat MEGA sekali tuh Nuntut dan KORUPSInya....INDONESIA sudah gak percaya MONCONG PUTIH...pertanda yang diduliin Putih moncongnya...tapi hasilnya HITAM semua seperti badannya..DASAR Partai MUNAFIK...!!!
PDIP segera sadar... jangan menghayal, yakinkan kakimu menginjak bumi...kalo mau mencalonkan presiden untuk pemilu 2009, ngaca dong...pdip mau diapakan, terus terang pdip adalah partainya orang2 nasionalis tapi kalo....aaaaaaaaauuuh ah gelap....
Broker
Chris (74.37.126.xxx) 2008-05-09 00:54:12
Selamat Mencari
presiden yang akan datang
sugesti (117.102.80.xxx) 2008-05-08 15:44:37
Saran pendapat, Kalau bisa PDIP cari calon presiden yang mempunyai kemampuan dan performance yang layak, jangan Mega lagi karena Beliau sudah pernah dan Termasuk gagal dalam kepemimpinannya, Cari yang muda, Cerdas dan jujur banyakkan di PDIP, itu saja usulan dari saya.
Mega lagiiiii??????
Pramono (117.102.80.xxx) 2008-05-08 13:40:45
Apa gak bozen, mega lagi mega lagi, mega lagi mega lagi, apa PDIP cuma punya mega yang pengin jadi presiden???
Coba aja kalau PDIP mau malu dan kalah, pegang terus Mega, seperti Golkar dulu jagoiin pak Harto.
Kalau boleh ngasih usul, cari darah muda yang segar, cerdas. Fenomena pilgub Jawa Barat masih dan terus akan bergulir.
letak urgensinya mana?
ag.siloy (117.102.80.xxx) 2008-05-08 13:43:24
Subtansi dasarnya bukan siapa dan golongan mana yang harus jadi RI 1 dan RI 2, tapi letak "kepantasan"nya, dalam arti kompetensi sebagai pemimpin untuk Indonesia seperti apa??
Pengalamn menunjukan pergantian 5 presiden setelah Sukarno, bangsa ini tidak menunjukan kemajuan dan kepantasan sebagai sebuah Nation.
Kemiskinan, korupsi, pelanggaran HAM, hukum yang amburadul, adalah beberapa aspek yang menyebabkan bangsa ini terpuruk di mata dunia.
Jadi sekali lagi, kalau masih berpedoman pada aspek golongan dan sektarian mana letak urgensinya ??
Sophan Sophiaan Meninggal Saat Menuju Yo...
Tabah - saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga keluar...
Detik Terakhir Bersama Sophan Sophiaan
inna lillahi wa innailaihi roji'unsemoga di terim di sisi NYa
Amazing! DOMPET RAKSASA...
Bisa nya cuma mengkritik - Mereka tuh kreatif, dibanding kalian yang cuma bisa m...
Film "ML" Disortir LSF
NOOOO...!!! - Jangandi putar Film yang murahan masyarakat pengen yang layak di t...
MUI Akhirnya Mencekal Film "ML"
Gimana dengan film2 horor? - Kalo memang MUI mau mencekal jangan cuman film2 yan...
Film "ML" Disortir LSF
Dukung terus Badan sensor film - Walaupun belum nonton, tapi melihat sekilas saj...
Kosgoro: Kenaikan BBM 30%, Tidak Realist...
kalkulasi realistis berapa? - Rencana kenaikan BBM, banyak menimbulkan anasir an...
MUI Akhirnya Mencekal Film "ML"
MUI tidak berhak mecekal - MUI sama sekali tidak mempunyai jalur hukum untuk men...
Presiden SBY Bayar Pajak Rp. 127 Juta
tats good - President kita adalah contoh yang baik... mari sukseskan Indonesia 2...
Film "ML" Disortir LSF
Film Mau Lagi (ML) x comment 1 - Kapankah kita semua akan berpikiran terbuka dan...