KompasTV arrow Berita arrow Metropolitan arrow Mau Tidak Mau..Suka Tidak Suka..Ya Ngikut
Mau Tidak Mau..Suka Tidak Suka..Ya Ngikut
Sabtu, 10 Mei 2008, 16.58 WIB
Get the Flash Player to see this player.
Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), bagi rakyat Indonesia merupakan bukan barang yang baru lagi. Salah satu alasan yang paling mendasar, yaitu naiknya harga minyak dunia.

Tentunya, hal ini berimbas langsung pada roda perekonomian secara makro. Mau tidak mau, suka tidak suka, kebutuhan pokok lainnya juga ikut membumbung tinggi, seiring naiknya BBM.

Dampaknya sangat dirasakan oleh rakyat kecil. Walaupun dari mereka mempunyai pekerjaan, namun terkadang penghasilan yang didapat jauh di bawah rata-rata upah buruh yang sudah tercantum pada Undang-Undang.

Menurut Ketua Umum Partai Buruh (KUPB) Muchtar Pakpahan, dengan pemerintah menghilangkan subsidi BBM, berarti pemerintah mengambil kesejahteraan rakyat.

Udin pegawai onderdil di salah satu mall di Jakarta Pusat, merasakan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut. Udin mengeluhkan harga bahan pokok dan tarif kendaraan umum sudah dinaikkan sepihak, walaupun pemerintah belum meresmikan kenaikan tersebut.

Masyarakat berharap, dengan posisi yang serba sulit seperti sekarang ini, pemerintah harus memperhatikan keadaan rakyat kecil. Jangan hanya menaikkan harga-harga pokok, tapi seimbanglah antara pendapatan dan pengeluaran.

| Reporter:Ade | Kamerawan:Dian | Penulis:Novitasari | Editor Video:Uce |
Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort